Wednesday, January 3, 2018

Ratu Wulla Pimpin Forum PRB SBD






POSE BERSAMA. Bupati SBD, Markus Dairo Talu, Kepala BPBD Provinsi NTT, Tini Thadeus, Ketua Forum PRB Provinsi NTT, Julius Nakmofa serta pejabat OPD SBD pose bersama, Selasa (8/8) lalu.
FEKY BOELAN/TIMEX 



TAMBOLAKA, TIMEX – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya untuk pertama kalinya menggelar pembentukan sekaligus pengukuhan badan pengurus forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Pembentukan dan pengukuhan dilaksanakan di aula hotel Sumba Sejahtera, Selasa (8/8) lalu, dihadiri Bupati SBD, Markus Dairo Talu, Kepala BPBD Provinsi NTT, Tini Thadeus dan Ketua Forum PRB Provinsi NTT, Julius Nakmofa, sejumlah pimpinan OPD SBD serta undangan.
Forum PRB Kabupaten SBD terbentuk setelah peserta yang hadir menentukan pilihannya kepada Ratu Wulla Talu untuk menjabat ketua forum PBR periode 2017-2020. Ketua dan sekretaris serta jajaran pengurus forum langsung dikukuhkan.
Dalam sambutannya saat mengukuhkan badan pengurus forum PRB, Bupati SBD, Markus Dairo Talu mengakui, SBD merupakan salah satu daerah di NTT yang dikategorikan rentan bencana. Karena itu, dengan terbentuknya forum diharapkan dapat menjawab persoalan penanggulangan risiko bencana.
Dikatakan, dengan adanya forum tersebut akan membantu pemkab dalam mengkolaborasi bersama pembuatan peta bencana daerah. Karena, persoalan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama semua stakeholder yang bergerak di bidangnya masing-masing.
Markus mengajak semua pihak agar bersama-sama menyatukan persepsi dan berdiskusi untuk mencarikan solusi langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menanggulangi risiko bencana, sehingga dapat mengurangi risiko bencana yang sering terjadi di SBD.
“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama kita berdiskusi dan mencarikan solusi yang baik dan tepat untuk dapat mengurangi risiko bencana, sehingga terciptanya sebuah daerah yang aman, damai, tenteram, dan sejahtera yang terhindar dari risiko-risiko bencana,” harapnya.
Sementara, Kepala BPBD Provinsi NTT, Tini Thadeus mengatakan, pembentukan forum salah satu unsur dalam membentuk kenyamanan masyarakat agar terhindar dari masalah bencana. Forum penting karena ini juga merupakan dokumen negara dalam menanggulangi bencana. Forum lebih mengedepankan pelayanan berbentuk sosial terhadap masyarakat.
Di harapkan agar dalam menjalankan tugas mulia, keanggotaan forum harus bekerja simultan. Forum juga membantu pemkab dalam menangani risiko-risiko bencana.
“Kapan lagi kalau bukan dari sekarang, siapa lagi kalau bukan kita, kapan baru kita aman dari bencana. Saya berharap agar kita semua bekerja secara simultan dan objektif untuk membantu pemerintah dalam menangani risiko-risiko bencana,” tuturnya.
Ketua Forum PRB Provinsi NTT, Julius Nakmofa mengapresiasi antusias semua stakeholder yang bergabung di forum PRB.
“Yang paling penting program kerja forum ini jelas. Saya berharap kepada pengurus forum dan anggota forum kalau tidak bisa menjadi pena untuk menulis penderitaan orang lain, maka jadilah penghapus untuk menghapus derita orang lain,” cetusnya.
sumber:

Posted on August 16, 2017 @08:12

No comments:

Post a Comment

In Memoriam buat Jus Saja Nakmofa

In Memoriam   Yulius Nakmofa – Aktivis PRBBK Indonesia Bersama Yulius Nakmofa dan Alex Ofong, kami berangkat ke Palu suatu waktu di...